Laman ARBAMEDIA

Batuk Pada Anak Sampai Orang Dewasa : Definisi, Jenis Dan Obat

Picture: newhealthadvisor.com
Batuk bisa dikatakan sebagai tingkah refleks tubuh secara umum dalam mengeluarkan tumpukan lendir maupun benda asing yang menempel pada saluran penapasan. Batuk juga merupakan sebuah sistem pertahanan tubuh saat menanggapi rangsangan benda yang masuk maupun mengendap di bagian keluar masuknya udara. Tujuannya agar lendir-lendir maupun benda asing tersebut dapat dikeluarkan, sehingga tak lagi mengganggu kelancaran jalannya tubuh untuk bernapas setiap waktu. 

Itulah garis besar definisi batuk secara normalnya. Namun apakah ada jenis batuk mengarah pada serangan penyakit…?, Setidaknya Anda perlu mengenal terlebih dahulu mengenai batuk secara mendalam. Berdasarkan rentan waktu, batuk diderita oleh tubuh terdapat tiga jenis, di antaranya :

- Batuk Akut : Merupakan batuk yang umum terjadi. Dari kebanyakan kasus batuk akut dikarenakan oleh infeksi virus. Batuk karena terinfeksi virus semacam ini biasanya reda dengan sendirinya. Batuk akut berlangsung selama kurang dari 3 mingguan.

Penyebab batuk akut tidak hanya ditimbulkan oleh adanya penyakit biasa seperti flu misalnya. Bisa saja hal demikian timbul karena disandarkan oleh berbagai penyakit kronis, rinitis alergi dan sebagainya. Oleh sebab itu, setidaknya anda bisa memperhatikan penyebab batuk akut ini secara detail.
 
- Batuk Sub Akut : Yakni ketika seseorang mengalami batuk dalam rentan waktu 3 sampai 8 Minggu. Sebab-sebab yang terjadi haruslah dievaluasi secara signifikan, Berkunjung ke dokter atau klinik terdekat untuk memeriksakan diri memang langkah tepat yang bisa diterapkan.
 
- Batuk Kronis : Merupakan batuk yang terjadi pada kurun waktu lebih dari 8 Minggu pada orang dewasa. Batuk kronis cukup mengganggu karena dampak yang ditimbulkan tidak bisa diremehkan begitu saja. Mulai timbul rasa pusing di kepala, tidak bisa tidur, tubuh cepat lelah dan lainnya.

Usia anak-anak mengalami batuk selama kurun waktu 4 mingguan sudah bisa disebut batuk kronis. Karena memang  intensitas ketahanan tubuh orang dewasa dan anak-anak jauh berbeda. Begitu pula pada anak-anak masih cukup rentan terkena Batuk di masa-masa tumbuh kembang mereka.

Kemudian dilihat dari segi proses batuk ini mulai dialami seseorang, bisa dipilah menjadi dua bagian. Hal demikian merupakan pembagian jenis batuk secara garis besarnya :

1. Batuk Produktif ( Productive Cough )
Batuk Produktif merupakan proses batuk disertai dengan adanya produksi lendir atau dahak dalam organ tubuh. Jenis batuk satu ini cukup menguntungkan bagi tubuh. Karena dengan mudahnya lendir-lendir yang menyumbat jalan proses pernapasan manusia, mampu dikeluarkan dan dibersihkan. Fungsi lendir ini sebenarnya melindungi organ penting di tubuh dari debu, bakteri, virus, dan benda asing lainnya yang masuk, agar tak sampai menempel pada organ tubuh. 

Biasanya lendir atau benda asing yang keluar berasal dari tiga bagian organ penting di tubuh : Paru-paru, Sinus (hidung) dan Tenggorokan. 

Namun batuk Produktif juga tidak menutup kemungkinan menjadi gejala adanya persoalan dalam tubuh. Karena bisa saja batuk yang disertai dengan dahak ini mengindikasikan adanya beberapa penyakit tertentu menyerang tubuh. Sebutan batuk Produktif yang dikenal bagi kalangan Nusantara dikatakan sebagai Batuk Berdahak / Batuk Basah. Yakni jenis batuk yang mengeluarkan dahak atau lendir.

Kemudian batuk Produktif secara mendalam dibagi menjadi dua bagian sebagai berikut :

- Mucus Cough
Merupakan jenis batuk berdahak, di mana lendir diproduksi dalam jaringan paru-paru secara normal. Dalam kondisi dingin tentunya produksi lendir akan jauh lebih banyak, sehingga membuat dada terasa lebih berat untuk bernafas. Guna melonggarkan atau mengurangi kelebihan lendir ini, maka tubuh akan mengalami batuk.

Terkadang lendir-lendir yang menumpuk sulit untuk dikeluarkan, sehingga anda dapat mengonsumsi bahan alami tertentu atau sirup sesuai dengan anjuran dokter. 

- Chesty Cough
Batuk Chesty merupakan terjadinya penumpukan lendir atau dahak di paru-paru, kemudian menyebabkan pengendapan lendir dan dada terasa lebih berat untuk bernapas. Semua bisa diawali dengan adanya gejala umum dari infeksi pada saluran pernapasan. Infeksi yang dialami bisa saja disebabkan oleh bakteri dan virus yang menyusup pada paru-paru. Sehingga kondisi ini memicu adanya radang saluran pernapasan, kemudian menghasilkan lendir tambahan yang memicu seseorang batuk-batuk.

2. Batuk Tidak Produktif ( Nonproductive Cough )
Batuk ini terjadi tanpa dibarengi dahak atau lendir keluar, Itulah sebutan dari batuk tidak Produktif. Bisa saja batuk tidak produktif timbul bilamana lendir keluar hanya sedikit, sehingga proses batuk yang terus berlanjut menjadi tidak sebanding. 

Alhasil, ketidakhadiran lendir yang menyertai batuk, bukannya tubuh tidak memiliki produksi lendir. Namun terlalu sedikitnya produksi lendir inilah yang menyebabkan tubuh kurang mampu mengeluarkan lendir-lendir saat orang mengalami batuk. Perlu anda tahu, bahwa ‘’ Batuk Tidak Produktif ’’ di Nusantara secara garis besar dikatakan dengan istilah Batuk Kering.

Namun pada sebagian kalangan juga berpendapat bahwa ‘’ Batuk Tidak Produktif ’’ bisa dikategorikan menjadi beberapa bagian sebagai berikut :

- Batuk Kering ( Dry Cough )
Merupakan jenis batuk tidak produktif yang paling umum terjadi. Biasanya batuk Non-Produktif di Nusantara sering digaris besarkan oleh Batuk Kering. Secara spesifik batuk kering identik dengan batuk tanpa keluar lendir sama sekali, serta tidak dibarengi dengan adanya rasa gatal.

- Batuk Gatal ( Tickly Cough )
Batuk gatal dikenal dengan sebutan ‘’ Batuk Gatal Tenggorokan ‘’. Merupakan salah satu jenis batuk yang bisa terjadi tanpa dibarengi lendir, atau hanya mengeluarkan lendir dalam jumlah sedikit sekali, kemudian membuat tenggorokan terasa gatal. Ini juga termasuk jenis batuk tidak produktif, dan kerap memiliki hubungan erat dengan batuk kering saat menimpa penderitanya.

Semua uraian di atas menunjukkan bahwa batuk menjadi tindakan lazim yang muncul pada tubuh sebagai reflektifitas secara normal. Atau bisa jadi merupakan gejala yang mengarah pada kondisi gangguan tubuh tertentu. Mengenai kepastian jenis gangguan itu juga cukup bervarian, karena tetap saja harus menyesuaikan dengan Tipologi batuk itu sendiri. Semisal melihat berapa jangka waktu batuk dialami seseorang, atau bagaimana kondisinya secara pasti.

Sehingga dari semua analisa yang sudah didapat, Kemudian menjadi kesimpulan apakah batuk tersebut salah satu penyebab penyakit ringan seperti Pilek dan Flu biasa, ataukah seseorang mengalami batuk dikarenakan memiliki penyakit serius.

Batuk Pada Anak : Mengenal Jenis Batuk yang Perlu Diwaspadai 


Picture: zdravotnickyweb.cz
Pada umumnya penyebab batuk pada Bayi dan Anak, memang tidak cenderung jauh berbeda dari yang dialami orang dewasa. Tak lain disebabkan karena infeksi virus atau bakteri, faktor polusi udara di lingkungan, timbulnya gejala asma dibarengi sesak napas dan faktor lain. 

Namun melihat dengan cermat jenis batuk saat menimpa bayi atau anak-anak sangatlah penting. Mengapa demikian…?, Karena selain batuk merupakan gejala penyakit ringan, hal demikian juga mampu menimbulkan gejala gangguan tubuh serius, di antaranya :

1. Batuk Rejan ( Pertusis )
Merupakan batuk yang berkaitan dengan infeksi bakteri berbahaya, sehingga bisa merenggut nyawa pada Bayi atau Anak yang belum cukup usia. Infeksi yang ditimbulkan cukup menular, sehingga perlu penaganan khusus dalam menanggulanginya. 

Batuk rejan bermula dari infeksi pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Bordetella Pertussis. Biasanya bakteri ini menginfeksi paru-paru Bayi atau Anak, dibarengi adanya ciri rentetan suara batuk keras secara terus menerus, wajah menjadi tampak memerah, dan muntah. Namun juga tidak menutup kemungkinan Batuk Rejan dialami oleh orang dewasa yang memberikan dampak sama bahayanya.  Sejak ditemukannya proses imunisasi vaksin Pertusis sebagi obat batuk rejan, permasalahan ini dapat dicegah dan ditanggulangi secara efektif.

Sangat penting untuk mendapatkan perawatan intensif jika tubuh sudah merasakan gejala beserta tanda-tanda dari batuk rejan. Agar dampaknya tidak sampai membahayakan bagi tubuh, baik bagi tubuh Si Kecil maupun Orang dewasa yang mengalaminya.

2. Batuk  Croup
Batuk Croup termasuk jenis batuk berbahaya dan biasa diderita oleh anak-anak. Di mana keadaan ini disebabkan oleh virus yang menginfeksi Kotak suara ( Laring ), Batang tenggorokan ( Trakea ), serta tabung Bronchial. Untuk batuk Croup yang disebabkan oleh bakteri memang sangat jarang ditemukan, sehingga kecenderungan Croup menyerang tubuh banyak dikarenakan oleh Virus. 

Croup juga menular terutama saat awal ditemukan gejala batuk Croup mulai muncul pada anak-anak. Pertanda yang ditimbulkan di antaranya :  Tubuh anak sulit bernapas, suara serak dan keras saat batuk, gejala mengembang setelah 3 hari terpapar oleh virus. Sehingga dari situ semua harus ada pemantauan terhadap Bayi dan Anak ketika mengalami gangguan semacam ini. Terutama mengatur pasien agar tetap mendapat pasokan udara segar saat malam hari. 

3. Bronkiolitis
Bronkiolitis memang merupakan infeksi bagian bawah saluran pernapasan pada bayi dan anak-anak.  Biasanya kelainan ini diidap oleh kalangan anak berusia kurang dari 2 tahun. Bahkan, tidak sedikit kalangan anak menderita Bronkiolitis ditemukan pada usia 2 hingga 6 bulan pasca kelahiran. Hal demikian memang cukup membahayakan bukan..?, karena di usia tersebut anak masih dalam kondisi rawan sekali terserang berbagai macam penyakit. 

Sebenarnya Bronkiolitis secara mendasar disebabkan oleh banyak virus. Namun jenis virus yang paling umum melatarbelakangi permasalahan ini yaitu Respiratory Syncytial Virus (RSV). Infeksi virus menyerang kedua wilayah pernapasan bagian atas di antaranya : Mulut, Hidung dan Tenggorokan. 

Kemudian batuk-batuk yang ditimbulkan diiringi dengan gejala kesulitan bernapas, penurunan nafsu makan, mengi dan sebagainya. Serangan infeksi virus ini cukup parah dan harus dilakukan penanggulangan secara tepat.

- Mengenal Obat Batuk dan Langkah Alami Pada Skala Umum 

Picture: pinterest.com
Obat batuk yang tersedia, tentu harus dilihat dari jenis batuk yang diderita pada setiap pasien. Oleh sebab itu secara spesifik obat batuk bisa dituangkan kepada pasien, dengan tanda kutip sudah disesuaikan dengan apa yang menyebabkan sampai mengalami batuk-batuk. Selain itu dosis juga diberikan secara tepat atau sudah mendapat resep dari dokter, Kemudian mengetahui efek samping obat batuk tersebut secara detail. Jika menggunakan bahan alami hendaknya bisa menggunakannya dalam takaran yang pas.

Secara medis memang menunjukkan bahwa tingkat efektivitas obat batuk belum teruji sepenuhnya. Paling tidak saat tubuh anda mengalami batuk juga harus dilihat dari jenis batuk berdasarkan jangka waktunya, dan jangan terburu-buru mengonsumsi obat-obatan. Semisal apakah tergolong batuk berjangka pendek (Akut), sedang (Sub-Akut), panjang (kronis). 

Umumnya batuk jangka pendek tidak terlalu membutuhkan obat-obatan dalam menanggulanginya. Karena biasanya batuk tersebut merupakan reflektifitas tubuh secara normal dalam membersihkan saluran pernapasan di tubuh. 

Jika memang membutuhkan obat-obatan saat mengalami batuk semisal : Batuk secara terus menerus dipicu dengan gejala serius, maka hendaknya anda sudah mendapat resep khusus untuk mengonsumsinya. Karena setiap jenis obat batuk memberikan reaksi berbeda saat dikonsumsi oleh setiap orang. Hindari mengonsumsinya secara berlebihan, terutama jika di dalamnya mengandung Parasetamol. Jenis obat batuk ini memberikan efek tidak baik bagi tubuh jika dikonsumsi tanpa batas dan dikonsumsi bersama jenis obat lainnya.

Selama ini, penggunaan langkah alami dianjurkan untuk mengobati batuk karena keefektifannya cukup diakui oleh sebagian besar kalangan. Untuk langkah umum yang bisa diterapkan sebagai berikut :

- Sirup ‘’Lemon Madu’’
Madu dan Lemon merupakan resep sederhana mengobati batuk secara alami. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan, bahwa kedua bahan alami ini bekerja efektif meredakan batuk yang dikarenakan infeksi pada tiap-tiap saluran pernapasan. Jadi, membuat sirup sendiri di rumah bisa mulai anda terapkan dengan memanfaatkannya.

Bahkan berdasarkan catatan WHO menunjukkan, bahwa Madu berperan sebagai penawar rasa sakit dengan mengurangi iritasi mulut dan tenggorokan, Serta menjadi pelindung keduanya. Sedangkan Lemon berguna untuk meningkatkan kesehatan tubuh dengan cepat. Sehingga sirup kombinasi Madu dan Lemon dapat dibuat untuk pereda batuk, baik dikonsumsi oleh orang dewasa maupun anak-anak.

Perhatikan Cara membuatnya : 

a. Ambil beberapa buah Lemon, peraslah airnya dan masukkan ke dalam panci berisi air secukupnya.

b. Rebuslah air perasan Lemon beserta air di dalamnya sampai benar-benar mendidih.

c. Matikan kompor bila sudah mendidih, Diamkan sejenak selama 5 menit kira-kira kondisi ramuan tidak terlalu panas.

d. Tambahkan Madu secukupnya (lebih banyak lebih baik), dan aduk-aduk hingga merata.

e. Ingat, jangan sampai mendidihkan Madu secara bersamaan dengan Lemon, karena efek madu akan berubah jika sampai dididihkan.

f. Kemudian tutup panci dan tunggu sampai ramuan dapat didinginkan 100 %. Setelah dingin, sirup sudah dapat diminum untuk mengobati batuk.

g. Sirup bisa bertahan sampai 2 bulan jika disimpan di lemari es.

- Aturan Pakai :
a. Anak-anak   : Setengah sampai 1 Sdt selama 4 kali sehari
b. Orang Dewasa  : 1 Sdm selama 4 kali sehari
 
# Minumlah Air yang cukup, karena menerapkan langkah ini mampu meredakan batuk dan menjaga kelembaban tenggorokan.

# Istirahat yang cukup agar kesehatan tubuh tetap seimbang.

# Mandi air hangat juga mampu meringankan batuk-batuk dan memicu tubuh untuk membuang ingus berlebih.

Itulah langkah alami yang bisa diterapkan untuk menanggulangi batuk secara umum. Jika batuk belum juga mereda, maka melakukan penanganan langsung perlu diterapkan. Yakni mengetahui penyebab-penyebab batuk itu sendiri, kemudian menemukan jenis batuk secara detail, apakah ada penyakit tertentu menyertainya. Selanjutnya barulah menentukan langkah pengobatan secara lebih efisien, baik menggunakan bantuan medis maupun obat tradisional.
Artikel Terkait